Beberapa Tes Yang Dilakukan Untuk Mendiagnosis Penyebab Disfungsi Ereksi

mendiagnosis penyebab disfungsi ereksiImpotensi merupakan gangguan pada alat reproduksi pria, dimana setiap pria pastinya tidak ingin memilikinya. Impotensi pada pria, mungkin bisa terjadi beberapa kali saja pada normalnya, yang biasanya disebabkan oleh stres, depresi atau terkena efek samping dari penggunaan obat tertentu. Tapi jika disfungsi ereksi ini berlangsung lama, atau sering terjadi, hal ini merupakan hal yang tak normal dan perlu suatu penanganan medis.
Saat pasien impoten pergi ke dokter yang menangani masalah ini, mereka akan melakukan suatu pemeriksaan dengan menggunakan beberapa tes untuk mengetahui penyebab dan kemudian akan memberikan solusi pengobatan kepada si pasien. Dan berikut akan dijelaskan beberapa prosedur yang digunakan oleh dokter untuk pemeriksaan disfungsi ereksi berikut ini.
1. Pertama yang akan dicek oleh dokter Anda adalah urin dan gula darah. Tes urin dan tes darah gula digunakan untuk mengecek apakah si pasien menderita diabetes atau tidak. Karena diabetes merupakan salah satu penyebab umum dari disfungsi ereksi.
2. Selanjutnya, dokter akan memeriksa tekanan dalam darah dan aliran darah yang menuju penis. Langkah yang dilakukan oleh dokter dalam pemeriksaan yang ini adalah dengan melakukan tes mengukur tingkat ereksi pada malam hari. Pasien yang menderita disfungsi ereksi, akan diberi sebuah band yang ditempatkan di sekitar penis pasien, sebelum dia tidur. Jika pasien ternyata tidak melakukan ereksi pada malam hari secara berturut-turut, maka hal ini menunjukkan indikasi bahwa si pasien mengalami kekurangan aliran darah ke penis.
3. Tingkat testoteron pasien juga akan diperiksa oleh dokter. Karena testoteron rendah, juga merupakan indikator yang bisa menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi.
4. Tes saluran kandung kemih dan uretra juga harus dilakukan. Hal ini dikarenakan, saluran kemih dan uretra yang tidak sehat juga bisa menjadi penyebab disfungsi ereksi.
5. Dokter juga akan meminta pasien untuk melakukan tes depresi. Karena kita tahu bahwa depresi juga salah satu penyebab impotensi. Masalah emosional lainnya, juga harus dicek, seperti stres, kecemasan, ketakutan atau masalah mental lainnya yang bisa berkontribusi sebagai penyebab disfungsi ereksi. Jika dokter telah mencurigai bahwa si pasien ternyata mengalami disfungsi ereksi karena depresi atau masalah emosinal lainnya, maka dokter akan mengarahkan pasien untuk datang ke psikoterapis atau konselor yang dapat memperbaiki mentalnya.
Beberapa tes yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyebab disfungsi ereksi tersebut, mungkin hanya beberapa dan tidak semua. Karena bisa saja, ada masalah lain yang bisa menyebabkan disfungsi ereksi. Dengan diketahuinya penyebab pasti disfungsi ereksi maka terapi yang tepat dan efektif dapat diberikan.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *